Senin, 03 Januari 2011


Pertama

Kau yang pertama hidup di pembuluh darahku
Kau yang pertama berada di jantung hatiku
Kau yang pertama hadir saat ku hidup
Kau yang pertama membuat luka dibelahan jiwaku

Oh sayang
Apa yang ada di benakmu sekarang

Setiap detik berjalan
Kau terasa terus dan terus mencabik-cabik semua organ tubuhku
Setiap detik berlalu
Kau semakin mendarah daging hingga ku membeku

Andai kau tahu
Betapa aku merindukanmu
Betapa aku menyayangimu
Betapa aku menghormatimu
Betapa aku menghargaimu
Aku sangat-sangat mencintaimu

Kenapa, kini kau tega mebuatku terjerembab yang kedua kali
Serasa diri ini tak berarti
Yasudahlah, aku pergi
Aku pergi
Agar kau senang
Aku rela, tahan, ikhlas di perlakukan seperti ini
Tapi aku tak tahan, jika melihat mu menangis

Teruskanlah, hidupmu masih sangat berarti
Jangan jadikan kepintaranmu, kekayaanmu, jabatanmu
Menjadi sebuah pedang tajam
Seperti dahulu melukai ku, yang pertama




0 komentar:

Posting Komentar

 
powered by Blogger