Pertama
Kau yang pertama hidup di pembuluh darahku
Kau yang pertama berada di jantung hatiku
Kau yang pertama hadir saat ku hidup
Kau yang pertama membuat luka dibelahan jiwaku
Oh sayang
Apa yang ada di benakmu sekarang
Setiap detik berjalan
Kau terasa terus dan terus mencabik-cabik semua organ tubuhku
Setiap detik berlalu
Kau semakin mendarah daging hingga ku membeku
Andai kau tahu
Betapa aku merindukanmu
Betapa aku menyayangimu
Betapa aku menghormatimu
Betapa aku menghargaimu
Aku sangat-sangat mencintaimu
Kenapa, kini kau tega mebuatku terjerembab yang kedua kali
Serasa diri ini tak berarti
Yasudahlah, aku pergi
Aku pergi
Agar kau senang
Aku rela, tahan, ikhlas di perlakukan seperti ini
Tapi aku tak tahan, jika melihat mu menangis
Teruskanlah, hidupmu masih sangat berarti
Jangan jadikan kepintaranmu, kekayaanmu, jabatanmu
Menjadi sebuah pedang tajam
Seperti dahulu melukai ku, yang pertama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar